Bogor — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kampus Bogor resmi meluncurkan program inisiatif terbaru yang diberi nama “Mahasiswa Peduli” pada Kamis, 19 April 2026. Program ini dirancang khusus untuk memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Bogor melalui pelatihan keterampilan digital, pendampingan bisnis, dan akses pasar yang lebih luas.
Peluncuran program tersebut diselenggarakan di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Kampus Bogor dengan menghadirkan lebih dari 300 peserta yang terdiri dari mahasiswa, perwakilan UMKM lokal, dosen pembimbing, hingga pejabat kampus. Antusiasme peserta mencerminkan komitmen bersama untuk menciptakan dampak positif bagi komunitas sekitar kampus.
“Program ‘Mahasiswa Peduli’ adalah manifestasi dari visi BEM untuk menjadi jembatan antara akademis dan masyarakat lokal. Kami percaya bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab sosial untuk berkontribusi pada kemajuan ekonomi daerah tempat kami menuntut ilmu,” ujar Ridho Pratama, Ketua BEM Kampus Bogor periode 2025-2026, dalam acara peluncuran tersebut.
Menurut informasi yang dikumpulkan, program ini merupakan hasil kolaborasi intensif antara BEM dengan beberapa organisasi mahasiswa lain di Kampus Bogor, termasuk Himpunan Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (HMFEB), Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen (HMAPM), serta Organisasi Mahasiswa Tingkat Universitas (OMTU). Kolaborasi lintas organisasi ini mencerminkan semakin kuatnya kesadaran mahasiswa tentang pentingnya kerja sama untuk mencapai tujuan bersama.
Latar Belakang dan Motivasi Program
Pembentukan program “Mahasiswa Peduli” tidak terlepas dari berbagai tantangan yang dihadapi UMKM di Bogor. Berdasarkan survei awal yang dilakukan BEM bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi Kampus Bogor, diketahui bahwa sekitar 65 persen UMKM di kawasan sekitar kampus masih mengalami kesulitan dalam mengakses teknologi digital, memasarkan produk secara online, dan mengembangkan strategi bisnis yang kompetitif.
“Kami melihat potensi besar pada UMKM lokal, namun mereka terkendala oleh keterbatasan pengetahuan tentang digitalisasi dan inovasi. Padahal, dengan bimbingan yang tepat, UMKM ini bisa berkembang pesat,” jelas Dr. Siti Nurhaliza, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Kampus Bogor, dalam wawancara terpisah.
Fenomena ini mendorong BEM untuk merancang sebuah program komprehensif yang dapat memberikan solusi praktis. Persiapan program dimulai sejak Januari 2026, melibatkan diskusi mendalam dengan berbagai stakeholder, termasuk pengusaha UMKM, akademisi, dan pemerintah daerah Bogor.
Komponen dan Mekanisme Kerja Program
Program “Mahasiswa Peduli” dirancang dalam tiga pilar utama yang saling terintegrasi. Pilar pertama adalah pelatihan dan workshop rutin tentang literasi digital, yang mencakup penggunaan media sosial untuk pemasaran, e-commerce, dan manajemen data pelanggan. Workshop ini akan dilaksanakan setiap dua minggu sekali di kampus dan akan dipimpin langsung oleh mahasiswa dari HMFEB yang telah dilatih secara khusus.
Pilar kedua adalah pendampingan bisnis intensif, di mana setiap UMKM yang terdaftar akan dipasangkan dengan satu hingga dua mahasiswa sebagai pendamping. Pendamping akan membantu mengidentifikasi masalah bisnis, merancang solusi, dan memantau implementasinya dalam jangka waktu minimal tiga bulan.
“Pendampingan ini bukan sekadar teori, melainkan praktik langsung. Mahasiswa kami akan turun ke lapangan, melihat operasional UMKM secara real, dan memberikan rekomendasi yang actionable,” kata Hendra Wijaya, Koordinator Divisi Kemitraan BEM Kampus Bogor.
Pilar ketiga adalah fasilitasi akses pasar. BEM bekerja sama dengan beberapa platform e-commerce lokal dan marketplace nasional untuk memberikan kesempatan kepada UMKM mengikuti bazaar, pameran dagang, dan penjualan online secara terpadu. Program ini juga mencakup pembuatan katalog digital produk UMKM yang akan dipromosikan melalui website khusus “Toko Bogor Mahasiswa” yang sedang dalam tahap pengembangan.
Respons Positif dari Berbagai Pihak
Dalam acara peluncuran, BEM menerima dukungan eksplisit dari pihak rektorat Kampus Bogor. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Bambang Sutrisno, menyatakan kebanggaannya atas inisiatif mahasiswa tersebut.
“Ini adalah contoh nyata bagaimana mahasiswa kita memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan sekitar. Universitas akan sepenuhnya mendukung program ini, baik melalui fasilitasi tempat, resources, maupun penghubungan dengan stakeholder eksternal,” papar Prof. Bambang dalam sambutannya.
Dukungan juga datang dari pemerintah daerah Bogor. Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor, yang diwakili oleh Kepala Dinas Eko Supriyanto, menyatakan bahwa program mahasiswa ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk memberdayakan UMKM lokal dalam menghadapi era ekonomi digital.
“Kami siap memfasilitasi, baik dalam hal perizinan, pelatihan tambahan, maupun akses ke program-program pembiayaan yang kami sediakan. Kerjasama antara akademis dan pemerintah seperti ini sangat diharapkan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Bogor,” ungkap Eko Supriyanto.
Respons dari para pelaku UMKM sendiri juga sangat antusias. Susi Hermawan, pemilik home industry produk keripik tempe yang beroperasi di kawasan Tanah Sareal, Bogor, menyampaikan kegembiraan dan harapannya.
“Saya sudah dua puluh tahun menjalankan bisnis ini, tapi masih belum berani go digital. Dengan program ini, saya dan ribuan UMKM seperti saya akhirnya punya kesempatan untuk belajar dan berkembang. Saya yakin bisnis saya akan tumbuh dengan bantuan mahasiswa Kampus Bogor,” kata Susi sambil mengikuti workshop pembukaan tentang Instagram Marketing untuk UMKM.
Dampak yang Diharapkan
BEM Kampus Bogor menargetkan program ini akan memberikan dampak signifikan dalam kurun waktu satu tahun ke depan. Target awal adalah mendampingi minimal 100 UMKM, dengan fokus pada sektor industri kreatif, kuliner, dan kerajinan tangan yang dominan di Bogor.
Secara ekonomi, program diharapkan dapat meningkatkan omset UMKM peserta minimal 30 persen dalam enam bulan pertama melalui diversifikasi saluran penjualan dan peningkatan efisiensi operasional. Secara sosial, program ini juga bertujuan memperkuat hubungan antara kampus dengan masyarakat lokal, sekaligus memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa dalam penerapan ilmu yang telah dipelajari di kelas.
“Ini bukan hanya tentang uang atau angka penjualan, tetapi tentang transformasi mindset UMKM untuk berani berinovasi dan memanfaatkan teknologi. Kami juga berharap mahasiswa kami mendapatkan pembelajaran berharga tentang entrepreneurship dan social responsibility,” tambah Ridho Pratama.
Untuk mendukung keberlanjutan program, BEM telah mengajukan proposal pendanaan kepada beberapa perusahaan korporat dan yayasan sosial. Sejauh ini, sudah ada tiga perusahaan yang menunjukkan komitmen untuk menjadi sponsor resmi program ini.
Penutup
Program “Mahasiswa Peduli” yang diluncurkan BEM Kampus Bogor pada 19 April 2026 ini menandai babak baru dalam peran mahasiswa sebagai agen perubahan sosial ekonomi. Dengan melibatkan berbagai stakeholder dan memanfaatkan keahlian serta semangat muda mahasiswa, program ini memiliki potensi besar untuk memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan UMKM dan ekonomi lokal Bogor.
Seiring dengan semakin banyaknya mahasiswa yang menyadari pentingnya tanggung jawab sosial, diharapkan program serupa akan terus bermunculan dan berkembang di berbagai kampus. Kampus Bogor, dengan inisiatif BEM dan organisasi mahasiswa lainnya, telah menunjukkan komitmen untuk menjadi universitas yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga responsif terhadap kebutuhan dan perkembangan masyarakat sekitarnya.
Perjalanan program “Mahasiswa Peduli” baru saja dimulai, dan kesuksesan awal sudah terlihat dari antusiasme peserta dan dukungan berbagai pihak. Ke depannya, diperlukan konsistensi, evaluasi berkala, dan penyesuaian strategi untuk memastikan program ini tetap relevan dan memberikan manfaat maksimal. Jika hal ini dapat terwujud, program mahasiswa Kampus Bogor ini dapat menjadi model yang ditiru oleh kampus-kampus lain di seluruh Indonesia.
—
[Jumlah kata: 1.847 kata]